Berfikir! Iya mikir. Setiap individu yang masih bernafas pasti berfikir. Saya berani memberikan statement begitu karena dulu saya pernah bertanya pada ibu saya begini, bu, aku capek. Bisa gak sekolah tanpa mikir? dengan santainya ibu saya menjawab, yaudah sana mati. Seketika saya terdiam. Mencoba mencerna kata² ibu, dan benar bahwa hanya orang yang sudah tidak bernafaslah yang tidak berfikir.
Ketika aku menulis ini, aku juga berfikir kata apa
yang pas dan cocok untuk mengisi setiap baris dan kolom blog ini. Hanya saja,
setiap pemikiran yang keluar seringkali tidak disadari atau bahkan tidak
diakui.
Berfikir tidak bisa dilihat dari satu sisi saja.
Mengapa begitu? Karena kita adalah manusia. Manusia adalah makhluk yang
memiliki akal dan fikiran juga ditakdirkan sebagai makhluk sosial, makhluk yang
membutuhkan orang lain dan lingkungan, makhluk yang tidak bisa sendirian,
makhluk yang butuh penopang, dan makhluk yang butuh ditopang.
Anyway, saya kali ini ingin membahas pemikiran orang lain tentang
kita. Memang benar, banyak orang berfikir 'ngapain sih mikirin kata orang?
Hidup² kita, kenapa mereka yang repot? Udahlah cuek aja' Apakah kalian
yakin saat seseorang berkata begitu, perkataan itu sesuai dengan fakta dan isi
hati ya ng ada? No, Actually no.
Menurut saya, pasti ada sebersit fikiran tentang 'kenapa
ya? atau salahku apa ya?' Kalau kalian mengelak
dengan statement ini, kalian pasti punya pemikiran lain yang
mungkin kalian sangkal dan gunakan sebagai pembenaran yang dapat menguatkan
kata "bodo amat" sebagai bentuk pertahanan diri. Setiap
individu memang dilahirkan dengan pribadi yang berbeda dan sifat bawaan yang
berbeda. Kita hanya harus menempatkan diri pada tempat yang tepat agar diri
kita merasa manfaat. Hidup terlalu banyak berfikir memang dapat mengakibatkan
kegilaan mental tetapi hidup tanpa berfikir adalah hal yang mustahil. Orang
gila? Mereka juga berfikir, jangan salah.
Finally, saya ingin kalian menyadari apa yang orang lain fikirkan tentang kita. For what? Agar kita tidak menjadi orang yang apatis dan egois. Bibit apatis dan egois lahir dari orang-orang yang berfikir bahwa dirinya tidak perlu orang lain. Mereka tidak peduli dikritik ataupun dicerca. Mereka hanya peduli bahwa this world is mind. Siapa mereka itu? Saya dan pembacalah yang harus menyadari dan merefleksikan diri masing-masing. Tidak sibuk menyalahkan, tidak sibuk mendengar dan berfikir, tetapi sibuk memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang siap.
By: Belle
Tidak ada komentar:
Posting Komentar